+62-251-8423005 Fax: +62-251-8423004 ab2ti.pusat@gmail.com

Opini Dwi Andreas Santosa, Guru Besar IPB dan Associated Reseacher CORE Indonesia serta Ketum AB2TI, yang dimuat di Kompas Cetak, Rabu, 15 April 2026, memperingatkan bahwa Indonesia perlu mengantisipasi potensi krisis pangan 2026–2027 akibat kombinasi perubahan iklim dan gejolak geopolitik. Ancaman utama datang dari kemungkinan El Niño yang berlanjut hingga Juli 2027, sehingga berisiko menekan produksi padi selama dua tahun berturut-turut dan memperberat ketahanan pangan nasional.

Risiko tersebut semakin besar karena konflik di Timur Tengah dapat mengguncang rantai pasok energi dan pupuk dunia. Kenaikan harga minyak mentah dan gas alam berpotensi menaikkan biaya produksi pertanian, terutama karena pupuk sangat bergantung pada pasokan energi. Kawasan Teluk Persia juga menjadi simpul penting produksi dan distribusi pupuk global, termasuk urea dan amonia, sehingga gangguan di wilayah tersebut dapat berdampak langsung pada negara-negara importir maupun produsen pangan.

Dengan demikian, krisis pangan yang mengancam Indonesia tidak hanya berkaitan dengan gagal panen akibat iklim, tetapi juga dengan naiknya biaya produksi akibat terganggunya pasokan energi dan pupuk. Meski Indonesia dinilai memiliki kesiapan relatif dalam menghadapi skenario buruk akibat fenomena iklim, langkah antisipatif tetap mendesak, terutama dalam menjaga pasokan pupuk, memperkuat cadangan pangan, mengamankan produksi padi, dan memastikan distribusi pangan tetap stabil.

Ancaman krisis pangan 2026–2027 harus dibaca sebagai peringatan dini, bukan sekadar proyeksi teknis. Pemerintah perlu bergerak sebelum krisis benar-benar terjadi, dengan kebijakan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan terukur. Ketahanan pangan nasional akan sangat ditentukan oleh kemampuan negara menjaga produksi dalam negeri, melindungi petani dari lonjakan biaya, serta memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan.

Referensi:
Tulisan ini merupakan sintesis dan saduran dari artikel opini yang dimuat di Kompas.id yang dapat dibaca selengkapnya pada link berikut: https://www.kompas.id/artikel/perang-dan-krisis-pangan-2026-2027