Indonesia memiliki sumber daya pangan yang besar, tetapi kemandirian pangan tidak cukup dibangun hanya melalui perluasan kawasan produksi. Guru Besar IPB University sekaligus Ketua Umum AB2TI Prof. Dwi Andreas Santosa menilai diversifikasi pangan, penguatan petani, dan pengembangan komoditas sesuai karakter daerah harus menjadi bagian penting dari strategi nasional.
Indonesia dinilai memiliki modal alam yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Tantangannya bukan semata-mata kemampuan menghasilkan pangan, melainkan menentukan komoditas yang tepat, lokasi pengembangan yang sesuai, serta kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan produksi petani.
Pandangan tersebut disampaikan **Guru Besar IPB University sekaligus Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Prof. Dwi Andreas Santosa dalam perbincangan di podcast Madilog yang ditayangkan melalui YouTube**.
“Apakah kita nanti akan berujung ke krisis pangan? Saya kira tidak,” ujar Dwi Andreas.
Menurut dia, Indonesia memiliki keragaman sumber pangan yang sangat besar. Karena itu, strategi kemandirian pangan tidak semestinya hanya bertumpu pada satu komoditas ataupun satu pendekatan produksi.
**Sumber utama pemberitaan:**
Podcast **Madilog** — perbincangan bersama Prof. Dwi Andreas Santosa, Guru Besar IPB University dan Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), ditayangkan melalui YouTube.
Artikel ini disusun dari pokok-pokok pandangan yang disampaikan narasumber dalam perbincangan tersebut. Sejumlah data dan angka yang dikutip merupakan data sebagaimana dikemukakan narasumber dalam podcast.