+62-251-8423005 Fax: +62-251-8423004 ab2ti.pusat@gmail.com

Pemerintah terus meyakinkan publik bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman, bahkan surplus tertinggi sepanjang sejarah. Namun, kenyataan di lapangan justru berbicara lain. Masyarakat kesulitan menemukan beras, khususnya dalam kemasan premium, di sejumlah minimarket dan ritel modern. Ironisnya, kelangkaan ini terjadi bersamaan dengan gencarnya operasi pemberantasan kasus beras oplosan yang ditangani oleh aparat.

Investigasi tim Garis Batas tvOne mengungkap bahwa akar masalahnya bukan pada kurangnya stok, melainkan pada gangguan distribusi. Pasca pengungkapan kasus oplosan, banyak penggilingan besar merasa tidak nyaman dan takut beroperasi, sehingga menurunkan produksi dan pengiriman ke ritel modern. Ditambah dengan imbauan untuk menurunkan produk beras tertentu dari rak, membuat para peritel memilih untuk tidak memajang beras sama sekali, yang memicu kesan kelangkaan.

Di pasar tradisional seperti Pasar Induk Beras Cipinang, stok actually masih tersedia, meski harga mengalami kenaikan. Investigasi ini menyoroti tugas pemerintah untuk tidak hanya menjamin ketersediaan, tetapi juga memastikan distribusi yang lancar sehingga beras mudah diakses dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.